Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Hidupku adalah Milikku

Gambar
     Beberapa tahun yang melelahkan. Syukurlah tantangan hidup dapat dihadapi dan mengantarku pada kesadaran yang seperti sekarang. Aku pikir, masing-masing dari kita punya lintasan takdir sendiri dan pertumbuhan setiap individu dengan segala pilihan hidupnya, tak bisa distandarkan. Namun, setidaknya penting bagi kita untuk memilih dan menjalani apa yang menjadi bagian dari hidup kita dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab. - - Dua puluh sembilan tahun (29 tahun) apa artinya, Gia? Satu kata, "CAPEK". Bukan lelah fisik. Bukan lelah hati. Dan, ini bukan depresi. Yang aku rasakan adalah kelelahan eksistensial. Faktanya, aku lahir pada Desember 1996, yang artinya aku masuk dalam kategori generasi Y akhir atau sebutan lainnya generasi milenial akhir. Namun, aku secara internal lebih merasa kalau aku tak ubahnya bermental bak generasi X. Yupss, umur biologisku boleh saja 29 tahun, akan tetapi aku merasa jiwaku seperti orang-orang yang lahir di kisaran tahun 1970an akhir (oran...

Otonomi Hidup Dan Realita Cinta

Gambar
Pada Suatu hari, ada sebuah pertanyaan menarik dari salah satu platform medsos, yaitu: Apakah Anda setuju dengan pernyataan "Take a broken guy, fix him, and he will love you forever"? Maka, berikut ini adalah jawaban saya: "Take a broken guy, fix him, and he will love you forever." Adalah sebuah pernyataan yang bagi saya mirip seperti ini: • "Aku yakin, cintaku padanya akan membuatnya berubah, kelak." • "Dia mencintaiku. Pasti dia akan berubah demi aku. Ya, aku hanya harus bersabar demi cinta kita." • "Ayo kuat. Sabar. Dia emang brengsek, tapi dia cinta banget sama aku." Hmmm…sounds like "Investasi Bodong" bagi saya.🗿 Sumber gambar: Pinterest • Kenapa harus sibuk berusaha mengubah orang lain agar bisa jadi baik (sesuai yang kita mau/inginkan)? - - Yah, tapi saya pahamlah kalau ini biasa dilakukan oleh orang dengan usia relatif muda (di bawah 27 tahun), terlebih wanita (walau ada juga pria yang begini meski gak banyak...