Hidupku adalah Milikku
Beberapa tahun yang melelahkan. Syukurlah tantangan hidup dapat dihadapi dan mengantarku pada kesadaran yang seperti sekarang. Aku pikir, masing-masing dari kita punya lintasan takdir sendiri dan pertumbuhan setiap individu dengan segala pilihan hidupnya, tak bisa distandarkan. Namun, setidaknya penting bagi kita untuk memilih dan menjalani apa yang menjadi bagian dari hidup kita dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab. - - Dua puluh sembilan tahun (29 tahun) apa artinya, Gia? Satu kata, "CAPEK". Bukan lelah fisik. Bukan lelah hati. Dan, ini bukan depresi. Yang aku rasakan adalah kelelahan eksistensial. Faktanya, aku lahir pada Desember 1996, yang artinya aku masuk dalam kategori generasi Y akhir atau sebutan lainnya generasi milenial akhir. Namun, aku secara internal lebih merasa kalau aku tak ubahnya bermental bak generasi X. Yupss, umur biologisku boleh saja 29 tahun, akan tetapi aku merasa jiwaku seperti orang-orang yang lahir di kisaran tahun 1970an akhir (oran...