Talks about MBTI alias Ngomongin MBTI
Aku hendak menyalin salah satu tulisan lamaku beberapa tahun silam yang ada di akun Quora-ku yang lama dan sudah tak bisa aku akses.*uhukk..lupa password. 🗿
-
-
-
Apakah Tes MBTI Dapat Dipercaya?
TERGANTUNG.
Sekedar overproud atau bersedia menggali lebih dalam tentang kesadaran diri.
Andaikan Anda memahami MBTI berdasarkan tulisan berbagai artikel dari penulis yang tidak mendalami tipologi kognitif, yang hanya menulis berdasarkan deskripsi sifat dan perilaku, maka pemahaman Anda akan berbeda dengan mereka yang secara mandiri bersedia mendalami ilmu tipologi kognitif dari berbagai sumber yang cukup akurat.
Kalau Anda sebatas ikut tes di berbagai website dengan embel-embel menemukan MBTI Anda. Lalu, Anda katakanlah mendapatkan hasil jenis MBTI Anda adalah INFP. Kemudian, Anda hanya terpaku pada 4 huruf I-N-F-P. Anda sebatas membaca deskripsi sifat INFP yang ditulis berbagai artikel. "Woaahh…gw banget nih. Pantesan gw merasa kayak alien blablablabla.." Anda hanya akan berakhir menjustifikasi perilaku Anda. Melakukan pembenaran. Bahkan, Anda bisa saja melakukan pembenaran pada keterangan-keterangan deskripsi sifat stereotipe misal si INFP yang seperti alien. Anda malah akan stuck dan terjebak dalam waktu lama membenarkan suatu hal yang arahnya merugikan Anda sendiri dalam hubungan sosial dengan orang lain.
Jika Anda merasa ada deskripsi sifat yang kurang cocok, lantas Anda akan terobsesi entah bagaimana caranya mencocokkan sifat Anda agar sesuai dengan deskripsi perilaku dari salah satu tipe. Ketika Anda melakukan hal ini, maka ada resiko terburuk di mana Anda justru menghilangkan jati diri Anda sendiri.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada kebanyakan tes online sebagian besar justru berbasis pada aspek behavioristik. Behavioristik pada individu dapat berubah sesuai dengan kondisi lingkungan dan pembiasaan-pembiasaan dalam jangka waktu tertentu.
- Apakah Anda senang menyendiri?
- Apakah Anda orang yang imajinatif?
- Dalam menyelesaikan masalah, apakah Anda mengedepankan logika anda dan mengabaikan perasaan orang lain?
- Apakah anda orang yang teratur dan terencana?
Pertanyaan-pertanyaan yang saya sebutkan dalam bentuk poin-poin di atas tentunya sering dijumpai kan pada tes MBTI. Nah, di sinilah salah kaprahnya.
Maksud hati ingin menyederhanakan sebuah pemahaman yang berdasar dari teori 8 fungsi kognitif Carl Jung. Sayangnya, yang terjadi malah menjauhkan dari makna sebenarnya. Sebab itulah terjadi bias dan memunculkan stereotipe sifat yang menghasilkan efek Barnum.
Sejatinya introvert pun bukan berarti sepenuhnya orang yang senang menyendiri. Golongan mereka tetap memiliki kebutuhan bersosialisasi dengan orang lain, walaupun secara intensitas memang besar kemungkinan waktu yang mereka gunakan untuk bersosialisasi tidak sebanyak orang dari golongan ekstrovert. Golongan ekstrovert pun bukan berarti mereka sepenuhnya merasa senang di tengah keramaian dan menjadi pusat perhatian. Ada kalanya mereka juga membutuhkan waktu menyendiri guna melakukan refleksi diri. Sekali lagi, introvert atau ekstrovert itu adalah kecenderungan. Orang yang normal tidaklah mutlak (100 persen) seorang introvert atau ekstrovert.
Perihal imajinatif, banyak sekali disalahpahami. Entah kenapa saya bingung jika tipe intuitif diidentikkan sebagai sosok imajinatif (dapat berimajinasi). Padahal, tipe sensorik seperti ISTP, ISFP, ISTJ, ISFJ, ESFP, ESTP, ESFJ, dan ESTJ pun juga dapat berimajinasi. Saya pikir sebelum MBTI booming di negeri ini, kita justru tidak pernah mempermasalahkan perihal kegiatan berimajinasi. Saya bingung karena imajinasi sekarang diidentikkan hanya milik golongan intuitif, padahal tidak demikian. Baik intuitif, maupun sensor sama-sama dapat berimajinasi. Perbedaannya adalah intensitas tipe intuitif lebih besar dibandingkan tipe sensor. Ini tentu bukan hal aneh, karena tipe intuitif nyaman dengan zonanya sebagai pemikir hal-hal abstrak ketimbang tipe sensor.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia dihadapkan dengan berbagai permasalahan hidup. Kita dituntut membuat keputusan untuk menyelesaikannya. Kenyataannya tidak ada yang benar-benar selama hidupnya mengambil keputusan hanya berdasarkan perasaan (suka atau tidak suka) atau berdasarkan pemikiran logika (benar vs salah atau pro vs kontra). Ada kalanya kita mengambil keputusan berdasarkan perasaan, dan berdasarkan pemikiran. Perbedaannya sekali lagi adalah di kecenderungan. Tipe perasa pun bisa saja mengambil keputusan berdasarkan logika, walaupun secara sadar dia kurang nyaman melakukannya. Begitupun dengan tipe thinker (pemikir) pasti pernah mengambil keputusan berdasarkan perasaan, walaupun sebenarnya dia pun tak nyaman melakukannya.
Perihal keteraturan dan terencana, pada dasarnya semua tipe mental dapat melakukannya. Bahkan individu ESTP dan ESFP yang identik butuh kebebasan dan suka-suka gue, bisa menjadi teratur karena didikan orang tuanya yang tegas dan disiplin. Faktor lingkungan memainkan peranan penting dalam membentuk kepribadian seseorang. Jadi jangan asal gebyah uyah kalau kata orang jawa. Perlu diselidiki adalah motivasi atau alasan mendasar dari misal sebagian ESTP dan ESFP bisa menjadi orang yang disiplin. Motivasi tiap tipe mental ini akan berbeda-beda satu sama lain.
Anggap saja gambar di atas adalah pemanis dan simbolis atas apa yang terjadi pada pemahaman MBTI belakangan ini. Saya bingung, tapi merasa lucu juga melihat gambar William James Moriarty menggendong Nyanko Sensei. Kok bisa? Padahal beda judul anime. Lol
Ah sudahlah. Memang begini dinamika hidup dengan segala kelucuan.
Oke, lanjut.
Singkatnya jika sekedar tes dan sekedar pernah membaca deskripsi-deskripsi sifat dan perilaku, Anda kurang mendapat manfaat dari MBTI. Sebaiknya Anda tahu bahwa MBTI membuka kerangka berpikir anda sepanjang hidup, tentang bagaimana Anda mempersepsikan segala informasi yang masuk dan bagaimana Anda membuat keputusan dalam keseharian hidup Anda. Hal tersebut tak ubahnya seperti kita tahu ada berbagai jenis pembangkit listrik di dunia ini, yang tentunya memiliki cara kerja yang berbeda. Dengan cara kerja yang berbeda, maka masing-masing jenis pembangkit memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.
Jika MBTI dipelajari dengan serius, Anda akan terdorong untuk mengobservasi orang-orang sekitar dan mengetahui perbedaan kerangka berpikir manusia, yang masing-masing punya pola khas dan tetap. Dengan begitu Anda akan semakin menghargai keberagaman manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan. Anda tidak akan mudah menjudge orang lain, karena cara berpikir orang lain belum tentu sama dengan cara berpikir Anda.
Berikutnya, saya hendak meluruskan bahwa 16 tipe MBTI sejatinya, bukanlah 16 tipe kepribadian, melainkan 16 tipe mental. Definisi mental dan kepribadian sangat berbeda. Mental erat kaitannya dengan mekanisme kognitif seseorang sejak lahir. Ini artinya menjelaskan tentang cara berpikir seseorang yang tetap sama dari lahir sampai dirinya mati. Kepribadian sendiri terbentuk lebih karena pembiasaan yang terjadi. Lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal.
Apa yang perlu Anda pahami dari MBTI adalah berangkat dari dasar teori yang berkaitan dengan teori kognitif. MBTI ini didasarkan pada teori 8 fungsi Kognitif Carl Jung. Delapan fungsi kognitif yang perlu anda ketahui di antaranya:
- Sejatinya, manusia memiliki fungsi penangkap informasi. Nah, dalam menangkap dan mengolah informasi ini dilakukan dengan 2 cara, yaitu menggunakan intuisi dan menggunakan sensorik. Semua manusia memiliki intuisi dan sensorik dalam menangkap informasi, namun porsinya tentu ada yang lebih condong menggunakan intuisi dan ada yang condong menggunakan sensorik.
Untuk penangkap informasi menggunakan intuisi (N), perlu diketahui bahwa intuisi ada 2 jenis: introverted intuition (Ni), dan extroverted intuition (Ne).
- Pengguna Ni (introverted intuition) dominan atau auxiliary (pendukung) poros sadar penangkap informasi (Ni-Se), artinya pengguna Ni menafsirkan apa yang mereka amati menjadi makna, pola, simbolisme, kesan, atau kesimpulan menyeluruh dan kemudian menyimpannya. Ni bersifat subjektif (merupakan fungsi perceiving paling subjektif dan misterius dari semuanya), fokus dan terapatkan. Ni naturalnya memiliki kecenderungan untuk membidik tepat pada 1 kemungkinan tunggal. Pengguna Ni biasanya tidak menyimpan detail terperinci yang sepele, karena secara alami kurang nyaman melakukannya (kecuali terpaksa).
- Pengguna Ne (extroverted intuition) dominan atau auxiliary (pendukung) yang berporos sadar penangkap informasi (Ne-Si), menangkap informasi tentang dunia secara eksternal di sekitar mereka dan menggunakannya dengan tujuan membentuk berbagai kemungkinan. Ini membuat pengguna Ne secara alami mampu melihat jaring koneksi raksasa. Pengguna Ne mengeksplorasi berbagai ide, konsep, teori. Mereka punya kecenderungan mudah bosan berkutat pada 1 hal tertentu jika memikirkan terlalu lama.
Pada penangkap informasi (perceiving) menggunakan sensor (S), perlu diketahui bahwa sensor ada 2 jenis: introverted sensing (Si), dan extroverted sensing (Se).
- Introverted sensing (Si) dominan atau auxiliary berporos sadar perceiving (Si-Ne), menyerap data inderawi dan menyimpannya dalam pikiran. Pengguna Si secara alami biasanya mampu mengingat banyak hal tentang lingkungannya atau peristiwa masa lalu. Si punya potensi baik untuk mengingat detail dan fakta, dengan syarat hal tersebut secara subjektif menarik bagi pengguna Si. Namun, jumlah, jenis, dan relevansi informasi penting dan tidak penting yang disimpan akan bervariasi dari setiap pengguna Si.
- Extroverted sensing (Se) dominan dan auxiliary sebagai perceiving berporos sadar (Se-Ni), secara natural mengeksternalkan pengalaman dari panca indera mereka. Pengguna Se ingin mengalami pengalaman merasakan, mencium, mendengar, meraba, dan melihat hal-hal baru. Kenyamanan pengguna Se adalah menyatu dengan realitas jasmaniah. Se tidak menyerap setiap detil yang ruwet layaknya Si. Mereka condong hanya mengamati, mengalami, dan bereaksi. Pengguna Se memiliki kecenderungan fokus dan mengingat informasi yang dianggap relevan dan bermanfaat bagi mereka.
2. Setiap individu memiliki fungsi penilai atau pengambil keputusan (judging). Dalam mengambil keputusan atau menilai suatu hal, normalnya dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menilai berdasarkan perasaan atau feeling (suka atau tidak suka) dan menilai berdasarkan logika atau pikiran yang disebut thinking (benar atau salah, dan pro atau kontra). Semua manusia memiliki perasaan dan logika pemikiran dalam menilai atau memutuskan. Namun, tentu ada yang lebih condong menggunakan perasaan dan ada yang condong menggunakan logika pemikiran.
Untuk pengambil keputusan atau penilaian menggunakan perasaan atau feeling (F), ada 2 jenis fungsi, yaitu : introverted feeling (Fi) dan ekstroverted feeling (Fe).
- Secara umum pengguna Fi (introverted feeling) dominan atau auxiliary berporos sadar judging (Fi-Te), cenderung memiliki kenyamanan untuk fokus dengan perasaan batinnya sendiri. Pengguna Fi mengembangkan sistem nilai internal mereka dari apa yang mereka anggap baik dan buruk. Setiap informasi yang diserap oleh mereka dengan fungsi perceiving (Ni, Ne, Si, atau Se) kemudian dinilai berdasarkan sistem nilai ini. Lalu, mereka menerima atau membuang berdasarkan bagaimana mereka mengukurnya secara pribadi. Melakukan sesuatu yang bertentangan dengan sistem nilai pribadi (Fi) mereka, akan membangkitkan emosi internal negatif. Pengguna Fi umumnya secara terus-menerus merenungkan perasaan internal mereka, dan nilai-nilai untuk menemukan identitas mereka sendiri. Nilai-nilai yang mereka pegang masih dapat diadaptasi, dengan catatan jika mereka menganggapnya masih sejalan dengan diri mereka sebenarnya. Secara alami Fi sadar dengan perasaannya sendiri, namun pengguna Fi yang sehat punya kemampuan besar berempati, jika ada kesamaan pengalaman yang dialami dirinya dengan orang lain.
- Pengguna Fe (extroverted feeling) dominan dan auxiliary berporos sadar judging (Fe-Ti), memiliki kecenderungan berfokus pada emosi orang lain ketimbang diri mereka sendiri. Secara umum pengguna Fe fokus pada perasan dan nilai dari luar dirinya. Apa yang dilakukan pengguna Fe adalah terkait dengan simpati. Emosi pengguna Fe bergantung dengan lingkungan eksternal mereka. Dengan kata lain, jika orang di sekitar pengguna Fe sedang bahagia, maka pengguna Fe akan dengan mudah menyerap emosi bahagia tersebut. Jika orang lain di sekitar mereka sedang sedih, pengguna Fe terpengaruh menyerap perasaan sedih milik orang lain. Penilaian mereka cenderung pada apa yang orang lain suka atau tidak suka.
Dalam mengambil keputusan atau penilaian menggunakan logika pemikiran atau thinking (T), ada 2 jenis fungsi, yaitu : introverted thinking (Ti) dan ekstroverted thinking (Te).
- Pengguna Ti (introverted thinking) dominan dan auxiliary yang berporos sadar pengambil keputusan atau menilai dengan (Ti-Fe), mengambil semua data dari fungsi perceiving (Ne, Ni, Se, Si) dan melakukan perbandingan. Secara sadar atau tidak sadar pengguna Ti menentukan data yang diperolehnya akurat atau tidak akurat. Mereka membuat perbandingan untuk mencari celah inkonsistensi logika, menentukan apa yang masuk akal dan tidak masuk akal, membangun struktur data dalam pikiran mereka tentang informasi yang saling konsisten satu sama lain, dan membuang bagian yang tidak cocok satu dengan yang lainnya.
- Pengguna Te (extroverted thinking) dominan dan auxiliary yang berporos sadar judging (Te-Fi), pada umumnya mereka menilai dan memutuskan berdasarkan fakta dan rasional objektif yang telah mereka pelajari dan menerapkan hal tersebut pada dunia eksternal orang-orang sekitar mereka. Pengguna Te sangat memperhatikan ketertiban dan efisiensi. Te memiliki kecenderungan untuk mengorganisir dunia eksternal mereka semaksimal mungkin dengan melakukan perbaikan sistem, tatanan, ketertiban, dan struktur agak lebih efisien.
Bagaimana dengan deskripsi 8 fungsi di atas? Apakah sudah cukup jelas? Saya harap demikian, karena ini hal dasar dalam mempelajari MBTI yang merupakan tipe mental, guna menjelaskan kerangka berpikir Anda dan siapapun selama ini dalam hidupnya.
Jadi, 4 huruf dalam MBTI itu tidak hanya sekedar 4 huruf, misalkan INFP adalah I-N-F-P yang artinya (introvert-intuition-feeling-perceiving). Bukan sekedar itu.
Ada 4 urutan fungsi kognitif sadar dengan kecenderungan terkuat sampai terlemah, yang menyusun masing-masing tipe mental. Dan 4 urutan fungsi dari masing-masing 16 tipe mental menjelaskan bagaimana mereka menangkap dan mengolah informasi, dan bagaimana mereka memutuskan dan menilai suatu hal. Berikut ini penjabarannya:
Ni (introverted intuition) dominan
INTJ: Ni-Te-Fi-Se
INFJ: Ni-Fe-Ti-Se
Ne (extroverted intuition) dominan
ENTP: Ne-Ti-Fe-Si
ENFP: Ne-Fi-Te-Si
Si (introverted sensing) dominan
ISTJ: Si-Te-Fi-Ne
ISFJ: Si-Fe-Ti-Ne
Se (extroverted sensing) dominan
ESTP: Se-Ti-Fe-Ni
ESFP: Se-Fi-Te-Ni
Fi (introverted feeling) dominan
INFP: Fi-Ne-Si-Te
ISFP: Fi-Se-Ni-Te
Fe (extroverted feeling) dominan
ENFJ: Fe-Ni-Se-Ti
ESFJ: Fe-Si-Ne-Ti
Ti (introverted thinking) dominan
INTP: Ti-Ne-Si-Fe
ISTP: Ti-Se-Ni-Fe
Te (extroverted thinking) dominan
ENTJ: Te-Ni-Se-Fi
ESTJ: Te-Si-Ne-Fi
Kembali dengan pertanyaan Anda sendiri:
Apakah MBTI dapat dipercaya?
Saya mencoba menjawabnya dari sisi lain dan mengkaitkan dengan istilah pseudoscience yang sering digembar-gemborkan oleh orang yang anti MBTI.
Apakah MBTI dapat dipercaya karena ilmu ini bersifat pseudoscience?
Jika ada yang mengatakan MBTI adalah pseudoscience, tentu saya tidak menyalahkan pernyataan tersebut. Sejatinya pseudoscience sendiri merupakan fakta temuan ilmu atau teori baru yang diperoleh tidak sesuai dengan kaidah metode ilmiah standar sains. Namun, perlu digarisbawahi bahwa pseudoscience tetap dapat dinyatakan kebenarannya karena berdasarkan fakta empiris. Artinya teori ini dibuktikan dengan pengumpulan data berdasarkan pengalaman, yang menghasilkan pola yang tetap dan konsisten.
Tentu saja, dalam perjalanannya sendiri Carl Jung menguji temuannya berdasarkan pengalamannya sebagai psikiatri selama puluhan tahun. Data yang diperoleh dari pengalamannya ini menghasilkan kesimpulan penting perihal manusia memiliki 8 fungsi kognitif yang digunakan dalam keseharian.
Belum lama ini, seorang ilmuan neuroscience bernama Dario Nardi berhasil membuktikan ranah keilmuan MBTI dan 8 fungsi kognitif Carl Jung dapat dibuktikan secara ilmiah. Dia menemukan kecenderungan keaktifan area otak manusia memiliki perbedaan pola yang khas.
Lihat, dijelaskan area tertentu pada otak yang jauh lebih aktif, dan tiap tipe mental terbukti memiliki perbedaan.
Berikut ini adalah referensi buku yang saya maksud sebagai temuan dari Dario Nardi. Anda dapat membelinya misal di market online seperti Amazon, jika Anda tertarik mempelajari neuroscience secara komprehensif dan hendak mengaitkannya dengan 8 fungsi kognitif Carl Jung.
Sederhananya, dengan Anda mempelajari MBTI…Anda akan mengerti mengapa ada gap komunikasi yang jauh pada orang-orang tertentu. Anda memahami dengan baik inti motivasi dari perilaku nampak Anda dalam kehidupan sehari-hari. Anda memahami juga inti motivasi dari perilaku orang lain, karena Anda paham dengan kerangka berpikir mereka. Anda akan memahami perihal cara belajar terbaik Anda semestinya bagaimana supaya dapat memahami substansi pelajaran dengan baik dan memperoleh hasil maksimal. Anda dapat mengidentifikasi bakat alami anda dan kelebihan Anda sendiri. Anda pun dapat mensiasati kekurangan Anda, supaya tidak mengganggu dan menghalangi Anda dalam kegiatan keseharian yang berpengaruh dengan kestabilan mental Anda.
Demikian jawaban dari saya. Semoga jawaban saya dapat memuaskan dahaga Anda.
Terima kasih.🍀
-
-
-
-
-
-
-
-
Rasanya sudah cukup lama berlalu. Aku jadi ingat pertama kali mengenal istilah MBTI saat salah satu sahabatku waktu kuliah di tahun 2018 memberikanku link tes 16 kepribadian. Ah, ya hasil yang keluar saat itu adalah INFP. Ya INFP. Aku tak tahu apa artinya itu. Aku tak langsung menerimanya begitu saja. Aku browsing bagaimana karakter INFP, dan jujur saja...tak masuk dengan diriku. Aku bukan tipe yang terlalu larut dalam luapan rasa dan emosional, yang punya taste artistik begitu kuat. Aku merasa stereotipe INFP secara umum lebih cocok untuk ibuku, terlebih kala beliau masih muda.
Aku curiga di antara 2 pilihan: sepertinya antara INFJ atau INTJ. Ya, walau untuk INTJ kala itu ku pikir rasanya terlalu dingin dan kaku untukku, terlebih saat kuliah aku jauh dari kesan kutu buku abizzz yang super dingin dan hanya mesin logika. Kenyataannya, aku hangat dengan sahabat-sahabatku dan sayang pada anak-anak yang aku ajar. Aku suka dunia pendidikan dan peduli pada pendidikan anak. Aku pikir, mustahil kalau INTJ peduli pada hal humanis, sedangkan aku menyukai hal-hal berbau humanis...walau, aku juga sadar bahwa kemampuanku dalam hal analisis juga sama kuatnya bak INTJ. Aku berpikir, hmmm...sepertinya aku ini INFJ.
Kemudian, aku melakukan tes ulang. Menjawab pertanyaan dengan hati-hati. Lalu...TARAAA... Hasilnya keluar INFJ.
Aku berpikir setidaknya aku INFJ, karena aku tetaplah introvert secara sosial, menyukai momen refleksi sendirian merenungkan banyak hal bermakna, namun aku juga peduli dengan orang-orang terdekat. Aku peduli pada nilai empati humanisme. Pada pendidikan anak. Aku suka belajar hal-hal seperti filsafat dan merenungi kehidupan yang kompleks ini seorang diri. Aku menyukai segala karya seni yang bermakna dan mencerminkan relief emosi manusia.
Setidaknya aku percaya bahwa aku adalah INFJ sejak 2018 hingga 2022.
Aku mulai menyelidiki apakah aku benar INFJ atau bukan sejak tahun 2021. Aku menghabiskan waktu lebih dari 1 tahun lamanya untuk mempelajari: 8 fungsi kognitif Jung, MBTI, Socionics, enneagram, dan tritype enneagram. Wow, petualanganku mempelajari semua hal itu...membawaku pada pengenalan cara berpikirku yang sesungguhnya.
Aku bukan INFJ.
Aku bertipe INTJ (jumper Ni-Fi) dengan enneagram 1w2 dan tritype 154.
INTJ (jumper Ni-Fi) enneagram 1w2 tritype 154 Sx/Sp.
Ya, INTJ jumper Ni-Fi memang bukan hal yang umum pada kebanyakan INTJ, namun bisa sangat terjadi... dan, sosok ibuku sebagai INFP 9w1 mature, membawa pengaruh yang kuat dalam pertumbuhan kognitifku, sehingga aku jadi INTJ jumper Ni-Fi dan bukan INTJ klasik (Ni-Te). Kedekatanku dengan sosok ibuku membuatku lebih cair secara emosi ketimbang banyak INTJ secara umum. Aku tetap kuat secara logika strategis dan tetap mampu punya relief emosional yang kompleks dan dalam hampir menyerupai kaum feeler.
Untuk apa aku repot mempelajari semua ini?
Tentu saja untuk mengenal siapakah aku dan mengapa aku begini.
Sungguh perjalanan yang mengagumkan yang pernah aku lewati dalam mengenal diri ini. Semua ini juga membantuku memahami orang-orang terdekatku dan tentu saja orang-orang yang menempati inti hatiku. Hal yang amat bermakna untukku.
Terima kasih Semesta.🍀




Komentar
Posting Komentar